KPU dan Masa Depan Demokrasi Kabupaten Bandung
Oleh : Syam Zamiat Nursyamsi (Ketua KPU Kabupaten Bandung)
Demokrasi tidak lahir dengan sendirinya, melainkan dibangun melalui proses panjang yang menuntut komitmen, integritas, dan partisipasi seluruh elemen bangsa. Di tingkat daerah, demokrasi menemukan wujud nyatanya melalui penyelenggaraan pemilihan umum yang jujur, adil, dan berintegritas. Dalam konteks inilah, KPU Kabupaten Bandung memegang peran strategis sebagai penjaga sekaligus penguat demokrasi lokal.
Sebagai lembaga penyelenggara pemilu, KPU Kabupaten Bandung tidak hanya bertugas melaksanakan tahapan pemilu secara teknis, tetapi juga memastikan bahwa setiap warga negara memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam proses demokrasi. Mulai dari pemutakhiran data pemilih, sosialisasi kepemiluan, hingga penetapan hasil pemilu, seluruh tahapan dijalankan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan profesionalitas.
Peran KPU dalam demokrasi semakin penting di tengah tantangan yang terus berkembang, seperti rendahnya literasi politik, apatisme pemilih, hingga derasnya arus informasi yang tidak selalu disertai dengan kebenaran. Masa depan demokrasi Kabupaten Bandung sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. Tingginya angka partisipasi pemilih bukan sekadar indikator keberhasilan pemilu, melainkan tanda bahwa masyarakat percaya suaranya memiliki arti. Oleh karena itu, KPU Kabupaten Bandung secara berkelanjutan melakukan pendidikan pemilih, termasuk kepada pemilih pemula, kelompok marginal, dan penyandang disabilitas. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen KPU untuk membangun demokrasi yang inklusif dan berkeadilan.
Demokrasi yang berkualitas juga menuntut penyelenggara pemilu yang berintegritas. KPU Kabupaten Bandung senantiasa menegakkan kode etik, menjunjung tinggi netralitas, serta menolak segala bentuk gratifikasi dan intervensi. Integritas penyelenggara merupakan fondasi utama kepercayaan publik. Tanpa kepercayaan, demokrasi akan kehilangan maknanya.
Lebih jauh, demokrasi tidak berhenti pada hari pemungutan suara. Demokrasi adalah proses berkelanjutan yang memerlukan kolaborasi antara penyelenggara pemilu, peserta pemilu, pemilih, serta seluruh pemangku kepentingan. KPU Kabupaten Bandung membuka ruang partisipasi dan pengawasan publik sebagai bagian dari upaya memperkuat legitimasi hasil pemilu.
Ke depan, KPU Kabupaten Bandung berkomitmen untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas pelayanan kepemiluan, serta memperluas jangkauan pendidikan demokrasi. Dengan dukungan masyarakat Kabupaten Bandung, kami optimistis demokrasi lokal dapat tumbuh semakin dewasa, berintegritas, dan berorientasi pada kedaulatan rakyat.
Demokrasi adalah milik kita bersama. Menjaganya merupakan tanggung jawab bersama, dan KPU Kabupaten Bandung akan terus berdiri di garda terdepan untuk memastikan suara rakyat benar-benar menjadi penentu arah masa depan Kabupaten Bandung.